Cari Tahu Keseriusan Pasangan Dengan 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Komitmen Jangka Pendek

Cinta memang sulit dipahami, itulah kenapa tidak mudah untuk menjalani hubungan yang harus menyatukan 2 perbedaan isi kepala. Setiap hubungan pasti punya masanya terjadi konflik karena perbedaan pendapat. Hubungan yang seharusnya bisa saling membahagiakan malah menjadi ribet karena 2 harapan yang berbeda dan terkadang sulit untuk disatukan. Kamu mau ini, pasangan mau itu.

Hal yang seharusnya sederhana bisa jadi rumit hanya karena kalian punya keinginan masing-masing untuk hubungan kalian ke depan. Daripada kalian membuat komitmen jangka panjang saat kalian belum siap untuk serius, lebih baik kalian mencoba membuat komitmen jangka pendek.

Kalau kalian sudah terbiasa dengan komitmen jangka pendek, kalian juga akan lebih siap untuk merencanakan komitmen jangka panjang untuk hubungan kalian.

Komitmen jangka pendek bisa berupa janji-janji kecil yang kalian sepakati untuk hubungan kalian. Dengan janji-janji kecil inilah kamu bisa tahu keseriusan pasangan dalam menjalani hubungan dan menepati janjinya. Jangan dulu lah buat komitmen jangka panjang dengan janji yang muluk-muluk kalau komitmen kecil saja sulit untuk membuat pasangan kalian menepatinya.

Selain melatih pasangan untuk bisa merencanakan komitmen jangka panjang, inilah 6 alasan kenapa kalian membutuhkan komitmen jangka pendek:

1. Komitmen jangka pendek adalah janji kecil yang membuat kalian belajar untuk bisa menepatinya dan memahami kebutuhan dan keinginan masing-masing

Kalau kalian sudah membiasakan diri kalian untuk menepati janji-janji kecil dalam komitmen jangka pendek kalian, ini juga akan mengajarkan kalian untuk bisa menepati janji-janji dalam komitmen jangka panjang kalian. Kalian harus belajar untuk membiasakan diri dengan janji-janji kecil sebelum berani dan siap untuk mengambil keputusan menikah.

Dengan janji-janji kecil yang bisa kalian tepati inilah kalian akan lebih bisa memahami kebutuhan dan keinginan pasangan, sehingga saat kalian sudah siap dengan komitmen jangka panjang kalian tidak akan kesulitan untuk menyelesaikan konflik dalam hubungan kalian.

Misalnya saja janji kecil untuk kebaikan kalian masing-masing. Janji untuk memberikan kabar sesibuk apapun kalian dan kalau pasangan kalian lupa ada konsekuensi yang harus kalian lakukan. Janji kecil juga harus dengan konsekuensi kecil, misalnya saja pasangan yang tidak bisa memberi kabar harus mentraktir es krim atau coklat.

Dengan komitmen kecil ini, kalian juga belajar untuk memperbaiki komunikasi dalam hubungan kalian dan membiasakan kalian untuk saling peduli dengan kesibukan masing-masing.

2. Komitmen jangka pendek mengajarkan kalian untuk bertanggungjawab

Dengan komitmen jangka pendek yang bisa kalian tepati, kalian bisa belajar untuk lebih bertanggungjawab. Kalau bukan dari komitmen-komitmen kecil yang harus bisa kalian tepati, pasangan akan sulit menepati komitmen besar nantinya. Jadi cobalah untuk membuat pasangan bertanggungjawab dengan kesepakatan kecil dalam hubungan kalian.

Misalnya saja kalau kalian adalah pasangan LDR, kalian harus buat kesepakatan kecil untuk bisa bertemu 3 bulan 3 atau 4 kali. Dengan begitu kalian juga tetap menjaga komunikasi dan intensitas kualitas pertemuan kalian.

Kalau pasangan bisa menepati kesepakatan ini, tidak menutup kemungkinan dia juga akan lebih bertanggungjawab untuk menepati komitmen yang lebih besar dibanding ini.

 3. Komitmen jangka pendek membuat kalian punya tujuan yang jelas dalam hubungan

Daripada memikirkan pernikahan yang masih lama, lebih baik kalian menjalani hubungan kalian sekarang dengan komitmen kecil agar kalian punya tujuan yang jelas dalam hubungan. Cari tahu keseriusannya menjalani hubungan dengamu dengan cara dia menepati kesepakatan yang sudah kalian buat.

Tujuan kalian membuat komitmen jangka pendek adalah agar kalian siap dengan komitmen jangka panjang. Misalnya saja kalian membuat kesepakatan untuk menjadi orang yang lebih baik lagi untuk kebaikan hubungan kalian ke depan. Proses menjadi lebih baik tidaklah cepat, jadi mulai dari sinilah kamu tahu keseriusan pasangan untuk menjadi orang yang lebih baik.

Kamu bisa mengingatkan kebiasaannya yang tidak bisa merapikan barangnya sendiri dengan membuat janji kalau dia akan belajar untuk bisa lebih teratur mengembalikan barang-barang pada tempatnya lagi. Kebiasaan ini juga akan berpengaruh nanti ketika kalian sudah berumahtangga. Itulah kenapa liat niatnya dari komitmen kecil ini dulu sebelum berniat untuk merencanakan komitmen jangka panjang.

4. Mencari tahu sejauh mana pasangan bisa menepati komitmen jangka pendek yang kalian sepakati

Kalau komitmen jangka pendek dengan janji kecil saja sulit untuk pasangan tepati apalagi untuk menepati janji yang lebih besar ke depannya? Itulah kenapa kamu harus mengamati bagaimana dia bisa menepati komitmen kecil ini atau tidak. Kalau memang dia serius denganmu, sekecil dan sesepele apapun janji kalian pasti akan selalu ditepatinya.

Bagaimana dia menepati janji bisa menjadi salah satu cara untuk mencari tahu seberapa dia bisa bertanggungjawab padamu di masa depan. Karena kalau dia tidak bisa menepatinya janjinya, tandanya dia tidak bisa bertanggungjawab dengan ucapannya. Baru janji kecil saja dia tidak sanggup apalagi untuk janji yang lebih besar seperti menikah dan membahagiakanmu ladies?

Jadi, coba ajak dia untuk membuat kesepakatan kecil dalam hubungan kalian dan lihat keseriusannya menepati kesepakatan kecil itu.

 5. Dibanding merencanakan komitmen tentang pernikahan yang masih lama, lebih baik kalian menikmati hubungan kalian sekarang dengan belajar menepati komitmen jangka pendek kalian

Coba kalian belajar untuk menepati janji-janji kecil kalian sebelum kalian terbiasa untuk bisa menepati janji untuk komitmen jangka panjang kalian. Dengan begitu kalian juga tidak akan terbebani dengan komitmen jangka panjang kalau kalian memang belum siap. Siapkan diri kalian dengan melatih diri kalian untuk menepati janji-janji kecil dalam komitmen jangka pendek kalian.

Terlebih kalau kalian sekarang masih sibuk meniti karir dan fokus pada pendidikan kalian, dibanding kalian menambah beban dengan merencanakan pernikaham lebih baik kalian fokus pada apa yang sedang kalian jalani masing-masing. Selesaikan dulu kehidupan pribadi kalian sebelum berkomitmen dengan pasangan.

Tepati dulu komitmen dengan diri sendiri agar kalian bisa menepati komitmen dengan pasangan. Kalau kalian memang sudah siap nantinya, pasti akan ada jalan sendiri untuk pernikahan kalian.

6. Fokus menjalani dan menikmati hubungan kalian sekarang

Lebih baik fokus menjalani hubungan mu sekarang dibanding harus muluk-muluk mikirin pernikahan yang masih jauh. Kalau kalian sudah bisa menjalani dan menikmati hubungan yang kalian jalani sekarang dengan terbiasa menepati janji-janji kecil kalian seminggu atau sebulan ke depan, ini juga akan melatih kalian untuk lebih bisa menjalani hubungan jangka panjang karena kalian selalu punya cara untuk bisa menikmati hubungan kalian

Fokus menjalani dan menikmati hubungan kalian juga termasuk proses untuk meningkatkan kenyamanan dan rasa saling membutuhkan satu sama lain. Dengan begitu, tanpa kalian merencanakan komitmen untuk menikah pun, kalau sudah ada kenyamanan, pernikahan akan jadi jawaban akhir untuk hubungan kalian.

Memang kalian tetap membutuhkan komitmen jangka panjang untuk hubungan kalian ke depannya. Tapi terkadang komitmen yang terlalu muluk-muluk untuk hubungan kalian bisa menjadi konflik karena ketidaksiapan kalian untuk menjalani komitmen jangka panjang.

Ketidaksiapan kalian menjalani komitmen jangka panjang itu bisa jadi karena kalian belum membiasakan diri kalian untuk menepati komitmen jangka pendek kalian.

Jangan hanya memaksa pasangan untuk merencanakan komitmen jangka panjang dengan memaksanya menikah kalau pasangan memang belum siap. Justru itu akan menjadi beban untuk pasanganmu.

Lalu bagaimana mungkin pasangan bisa bahagia kalau dia menjalani hubungan dengan beban darimu? Bukankah kalian harus bisa menikmati proses dalam hubungan kalian sebelum memutuskan untuk menikmati hasilnya? Kalian harus bisa menikmati proses hubungan kalian dengan belajar menepati janji-janji kecil sebelum memutuskan untuk menikah.

Itulah 6 alasan kamu harus punya komitmen jangka pendek agar kalian bisa lebih terbiasa untuk merencanakan dan menepati komitmen jangka panjang kalian.