6 Tanda Pasangan Yang Buruk Dan Harus Kamu Tinggalkan Sebelum Kamu Tersakiti Semakin Jauh

Pasti bahagia sekali saat kita bisa menghabiskan waktu kita bersama orang-orang yang kita sayangi, termasuk bersama pasangan kita. Apalagi kalau baru jadian? Pasti kamu tidak akan melewatkan kesempatan untuk selalu bisa bersamanya. Kalian akan selalu meluangkan waktu kalian untuk sekedar jalan bareng, nonton, dan makan bersama.

Awal hubungan benar-benar masa yang manis dan indah dalam hidupmu bersama pasangan. Tapi seiring berjalannya waktu, perlahan ada sedikit perubaha dari pasangan yang memperngaruhi hubungan kalian. Ada perubahan sikap dari pasangan yang tidak kamu sukai tapi kamu pun sadar kamu tidak akan pernah bisa mengubahnya.

Setidaknya meskipun kamu tidak bisa mengubahnya, kamu pasti ingin dia mengurangi kebiasaan buruknya demi kebaikan hubungan kalian. Tapi kalau pasanganmu memang orang yang keras kepala dan tidak bisa menerima perubahan meski demi kebaikannya, kamu akan lelah sendiri mencoba mempertahankan hubungan kalian yang sebenarnya perlahan sudah menyakitimu karena perlakuan buruk dari pasangan.

Itulah kenapa kamu harus bisa mengenali tanda-tanda pasangan yang buruk sejak awal jadian, agar kamu bisa lebih cepat untuk mengakhiri hubungan yang tidak sehat juga dengan pasangan yang tidak bisa memperlakukanmu dengan baik.

Jangan sampai hanya karena kamu sudah menjalin hubungan cukup lama dengannya, kamu mengabaikan fakta kalau dia adalah pasangan buruk yang tidak bisa membahagiakanmu selama ini. Jadi pastikan kamu mengenali 5 tanda pasangan buruk yang harus berani kamu tinggalkan demi kebahagiaanmu sendiri:

1. Keras Kepala Dan Mau Menang Sendiri

Pasangan yang keras kepala dan mau menang sendiri hanya akan membuatmu terus mengalah dan tersakiti oleh sikapnya yang tidak pernah mau mendengarkanmu.

Orang yang keras kepala akan cenderung selalu merasa paling benar dan tidak akan pernah mendengar saran dan nasihat dari siapapun, termasuk dari pasangannya.

Kalau kamu terus memaksakan diri bersama pria yang keras kepala ini, kamu akan kelelahan sendiri saat menyelesaikan permasalahan dalam hubungan kalian. Pasangan akan terus menyalahkanmu dan kamupun harus terus mengalah meski kamu tidak bersalah agar hubungan kalian tetap bertahan.

Padahal dalam hubungan, kalian dituntut untuk bisa saling kerjasama dalam mempertahankan hubungan, tapi pasangan yang keras kepala tidak akan pernah bisa diajak kerjasama karena dia akan terus-menerus memaksamu untuk menerima semua pendapatnya yang dia rasa paling benar dan terbaik untuk hubungan kalian. Dia tidak pernah belajar untuk mendengarkan dan menghargai pendapatmu.

2. Bertindak dan berkata kasar

Kalau di awal hubungan saja dia sudah berani bertindak dan berkata kasar, sudah pasti kebiasaan ini akan berlanjut sampai kapanpun.

Apalagi kalau kamu takut menegur dan mengingatkannya, dia tidak akan berubah dan merasa kalau apa yang dilakukannya itu benar. Karena dia juga tidak sadar saat bertindak dan berkata kasar padamu.

Kalau kamu masih saja berharap dia berubah suatu saat nanti kalau kamu terus bersikap baik dan mengalah padanya percuma saja. Tanpa kamu ingatkan dan sadarkan dia, dia tidak akan tahu sikap buruk yang dia lakukan padamu karena sudah menjadi kebiasaannya.

Mungkin kalau hanya berkata kasar kamu bisa memaafkannya sesekali (itupun kalau hatimu memang kuat) tapi kalau sampai dia bertindak kasar dan kamu tetap membiarkannya, bukankah sama saja kamu sedang menyakiti dirimu sendiri? Kalau kamu saja tega menyakiti dirimu sendiri, apalagi orang lain?

3. Tidak bisa mengontrol emosinya

Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit emosi bahkan kamu lelah sendiri karena harus selalu mengalah agar pasangan bisa tenang. Pasangan yang tidak bisa mengontrol emosinya sendiri akan mempengaruhi emosi kamu juga.

Bahkan saat menyelesaikan permasalahan, pasangan yang tidak bisa mengontrol emosinya akan melakukan kekerasan padamu tanpa dia sadari.

Mungkin awalnya dia akan minta maaf, tapi dia tetap akan mengulangi kebiasaan buruknya karena tidak mampu mengontrol emosinya.

Jangan sampai emosi pasangan mempengaruhi emosi kamu, kamu harus menegaskan pada pasangan batasan diri kamu bahwa kekerasan adalah tanda hubungan yang tidak sehat dan kamu tidak bisa menerimanya lagi. Kalau pasangan tidak bisa berubah menjadi lebih baik lagi, katakan padanya kalau kamu tidak bisa bertahan dalam hubungan yang tidak sehat itu lagi.

4. Egois

Coba awali sikapnya di awal hubunganmu, pasangan yang egois akan cenderung memaksakan kehendaknya padamu, tidak mau mendengarkan dan tidak menghargai pendapatmu. Dia hanya akan mengambil keputusan yang menguntungkan dirinya sendiri tanpa memikirkan pendapatmu.

Pasangan yang egois akan sulit untuk diajak kerjasama dalam mempertahankan hubungan dan menyelesaikan permasalahan. Karena dia akan lebih memilih untuk menghindari masalah agar tidak mengganggu kesibukannya dibanding harus menyelesaikan permasalahan dalam hubungan kalian.

Dia akan menyerahkan semua urusan dalam hubungan kalian pada dirimu bahkan dia tidak tahu tanggungjawabnya sebagai pria dalam hubungan. Dia hanya terus mementingkan dirinya sendiri tanpa pernah peduli denganmu. Dia akan terus menuntutmu melakukan semuanya untuk dirinya tapi dia tidak pernah melakukan hal yang sama padamu.

Misalnya saja kalau selama ini dia selalu meminta mu untuk memberi kabar padanya duluan tapi dia tidak pernah melakukan hal itu padamu. Dia menuntut dan memaksa mu untuk melakukan apapun keinginannya.

5. Sering berbohong

Orang yang sering berbohong akan menjadikan kebohongannya sebagai kebiasaan yang tidak bisa dia hentikan.

Dia menyelamatkan dirinya untuk terus berbohong karena dia tidak tahu cara menyampaikan permasalahan dan rahasianya padamu. Kamu rela terus dibohongi olehnya?

Padahal landasan hubungan yang baik adalah komunikasi dan kejujuran. Jadi, kalau dia terus membohongimu selama ini, apakah kamu yakin masih terus akan mempertahankannya?

Kebohongan yang dia lakukan juga akan menimbulkan hal-hal negatif lainnya dalam hubungan kalian, salah satunya adalah perselingkuhan. Dan perselingkuhan adalah alasan terbaik untuk bisa mengakhiri hubungan kalian.

6. Merendahkan dan tidak bisa menghargaimu

Saat kamu menceritakan semua impian dan cita-citamu, pasangan yang buruk bukannya mendukung dan memotivasimu tapi malah merendahkanmu dengan bilang kalau kamu tidak pantas dan tidak akan bisa menjadi seperti yang kamu inginkan.

Sudah pasti pasangan yang buruk ini tidak akan pernah menjadikanmu orang yang lebih baik lagi, jadi untuk apa kamu bertahan dengan orang yang tidak bisa memberikan dampak positif untuk hidupmu?

Hubungan yang baik adalah hubungan yang bisa memberikan perubahan positif dalam hidupmu dan selalu memotivasimu untuk berubah menjadi orang yang lebih baik lagi.

Sedangkan bersama pasangan yang buruk ini justru akan membuat dirimu meragukan dirimu sendiri dengan semua kata-katanya yang merendahkanmu, bahkan tidak bisa menghargai pendapat dan impianmu. Jadi untuk apa kamu pertahankan?

Kalau kamu sudah menemukan 6 tanda itu pada pasanganmu sekarang, lebih baik kamu segera meninggalkannya. Lebih cepat kamu terlepas dari pasangan yang buruk lebih baik, karena kamu bisa mendapatkan pasangan yang lebih baik lagi secepatnya.

Tapi kalau kamu masih memaksakan diri untuk bertahan dengan pasangan yang buruk, sama saja kamu berani mempertaruhkan kebahagiaanmu dan merelakan dirimu untuk terus disakiti oleh sikap pasangan.

Tandanya juga kamu tidak bisa menyayangi dirimu sendiri saat kamu membiarkan pasangan terus menyakitimu. Kalau kamu saja tidak bisa menyayangi dirimu sendiri, pantas saja kamu selalu menerima perlakuan buruk pasangan padamu.

Kamu takut kehilangan pasangan, karena kamu sudah menjadikan pasangan sebagai sumber kebahagiaanmu. Kamu tidak bisa dan tidak tahu caranya membahagiakan dirimu sendiri karena kamu tidak bisa menyayangi dirimu sendiri.

Jadi, pastikan kamu sudah lebih mengenal dirimu sendiri, sebelum kamu punya pasangan. Agar kamu lebih punya batasan diri saat kamu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari pasangan.

Dengan batasan diri yang kamu miliki inilah kamu lebih bisa membedakan mana pasangan yang memang baik dan pantas untuk dipertahankan dan mana pasangan yang harus kamu tinggalkan.

Sebagai wanita dewasa kamu harus bisa bertanggungjawab dengan kehidupan dan kebahagiaanmu sendiri.

Caranya sudah pasti dengan selalu menyayangi dan memprioritaskan dirimu sendiri sebelum kamu memprioritaskan orang lain, termasuk pasanganmu.

Kamu harus bisa membahagiakan dirimu sendiri sebelum kamu bisa mendapatkan kebahagiaan bersama pasanganmu. Orang yang sudah bisa membahagiakan dirinya sendiri akan lebih mudah membuat pasangannya bahagia karena emosi itu menular, begitu juga kebahagiaanmu.

Selain itu juga orang yang sudah bisa membahagiakan dirinya sendiri tidak mudah terpengaruh emosinya, dia tetap bisa membahagiakan dirinya sendiri tanpa menuntut pasangannya untuk membahagiakan dirinya.

Jadi coba tanyakan pada dirimu sendiri, sudahkah kamu bisa membahagiakan dirimu sendiri? Kalau kamu merasa belum bisa membahagiakan dirimu sendiri, jangan gegabah mencari pasangan dengan tujuan agar pasangan bisa membahagiakanmu.

Kamu harus bisa menciptakan kebahagiaanmu sendiri, jangan pernah menggantungkan tanggungjawabmu pada orang lain kalau kamu tidak mau hidupmu dikendalikan dan dikontrol oleh orang lain.

Kamu sendirilah yang harus bisa mengontrol dan mengendalikan emosi kamu, termasuk kebahagiaan dan kesedihanmu.

Tinggalkan pasangan yang buruk kalau kamu ingin merasakan kebahagiaan dalam hidupmu. Bertanggungjawablah untuk membahagiakan dirimu sendiri. Caranya dengan tegas terhadap kebahagiaanmu. Jangan mau diperlakukan tidak baik oleh pasangan yang buruk.

Yakin dan kembalilah percaya diri lagi kalau kamu bisa mendapatkan pasangan yang lebih baik lagi setelah kamu melepaskan pasangan yang buruk sekarang.

Fokus saja untuk mencintai dirimu sendiri dengan selalu memperbaiki kekurangan yang kamu miliki dan meningkatkan kelebihanmu.

Setelah kamu bisa mencintai dirimu sendiri dan menjadi versi terbaik dari dirimu itulah, orang lain juga akan ikut-ikutan untuk mencintaimu.

Jadilah wanita attractive yang punya daya tarik untuk didekati banyak pria. Wanita attractive yang percaya diri, cantik, cerdas dan mandiri. Kamu bisa jadikan dirimu wanita attractive tersebut dengan download audiobook dari kami dengan cara klik download disini.